Aplikasi Manajemen Rekam Data Medis

Apa itu RKMedis?

Aplikasi ini termasuk tipe software tipe desktop yang memiliki penyimpanan data seputar pasien, dokter, dan ruangan. Penerapan penyimpanan data reka medis yang senantiasa dipergunakan dikalangan praktisi medis perlu akan pencatatan yang jelas dan tercatat. Telah disertakan pula beberapa fungsi reporting lainnya yang memudahkan akses laporan yang visible bagi administrator.

Fitur yang tersedia:

  • Login User
  • Reporting in PDF Format
  • Searching / Sorting Data
  • Patient, Doctor and Rooms Management System
  • Backup -import / export functions

Configuration:

  • Untuk Windows OS, gunakan file *.rar extraction lalu jalankan Setup Installer seperti biasa setelah extraction.
  • .NET Frameworks 4.5 (embedded) & SQLite (portable)
  • Password : www.fgroupindonesia.com

Tarif:

  • Lisensi Personal, Rp. 0 (gratis, tanpa perubahan modul/fitur)
  • Lisensi Mahasiswa, Rp.750.000-, (bundle PDF tutorial)
  • Lisensi Yayasan / Organisasi / Perusahaan Rp. 1.250.000-, (termasuk training pemakaian)

Sertifikat Komputer

Ketika kelengkapan pemberkasan sertifikat komputer menjadi sebuah prasyarat saat memasuki lapangan pekerjaan. Kini Uji Kompetensi Materi Komputer bersertifikat menjadi jawaban untuk anda!

Reza Rahmawan

Belajar di fgroupindonesia sangat menyenangkan dengan instruktur yang baik dan berpengalaman.

Hakki Setiawan

Excellent. Selalu puas sama pelayanan Fgroupindonesia, kendala apapun selalu dibantu sampai tuntassss dan fast respon. Thanks

Layanan Android Pay Rambah 5 Negara Baru

Google telah mengumumkan bahwa layanan pembayaran mobile-nya, Android Pay, akan segera tersedia di lima negara baru, yakni Brasil, Kanada, Rusia, Spanyol, dan Taiwan. Dengan demikian, layanan tersebut akan tersedia di 15 negara di seluruh dunia.

Pengumuman terkait ekspansi tersebut dilakukan oleh Pali Bhat (VP produk pembayaran di Google) dalam postingan blog. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa kemampuan untuk mengirim/menerima pembayaran melalui Google Assistant juga segera hadir.

“Di perangkat Google Home atau Android Anda, sesederhana mengatakan “Ok Google, kirim 10 dolar AS kepada Jane untuk pizza”, yang Anda butuhkan hanyalah kartu debit yang ditautkan ke akun Google Anda,” ujar Bhat.

Dia juga mengatakan bahwa Google berencana untuk segera mengaktifkan pengalaman mobile yang efisien untuk pengguna PayPal, demikian GSM Arena.

Seleksi Kerja Kini Bisa Dilakukan Robot

Keberadaan robot saat ini memang diharapkan bisa mempermudah berbagai aktivitas manusia. Namun, siapa sangka kecerdasan yang dimiliki robot bisa membuat mereka mengisi sejumlah posisi kerja yang saat ini mungkin belum terpikirkan. Salah satunya sebagai pewawancara dalam merekrut karyawan.

Berbasis sistem Mya yang dikembangkan oleh Al Recruit, di mana sistem ini bisa mengevaluasi resume, jadwal, serta menyambut Anda di hari pertama kerja. Melalui perbincangan, Mya mengatakan bahwa aplikasi melalui komputer atau smartphone memiliki banyak pertanyaan yang biasanya disampaikan saat sesi wawancara kerja.

“Bahkan ketika kandidat tidak mendapatkan pekerjaan, mereka tetap senang mendapat balasan dari semua yang telah mereka kerjakan pada resume mereka,” ungkap Founder Mya System, Eyal Grayevesky, seperti dinukil dari laman CNN.

Dengan adanya sistem ini, para perekrut kerja di perusahaan tidak perlu khawatir. Sebab, mereka membantu para HRD bekerja lebih baik.

“Manusia begitu sangat kritis. HRD yang terlalu berlebihan biasanya karena mereka banyak tugas yang dikerjakan,” ujarnya.

Mya System sendiri diluncurkan pada 2016. Bahkan, sistem ini telah digunakan oleh 500 perusahaan retail, banking, dan di sektor konsultasi. Bahkan tiga perusahaan terbesar di Amerika Serikat pun siap menggunakan pelayanan ini. Sehingga bisa membantu Anda menyeleksi 1.000 kandidat potensial yang sudah menunggu

Gmail CEO Telegram Diretas Pemerintah

Akun Gmail milik CEO Telegram, Pavel Durov, dikabarkan diretas oleh pemerintah. Kabar tersebut menyebar, setelah Pavel Durov memunculkannya di akun Twitter miliknya.

Meski demikian, Pavel mengaku tidak kaget dengan peretasan yang diduga dilakukan pemerintah tersebut. Pasalnya, dirinya tidak memiliki data yang penting di dalam akun keluaran Google tersebut, seperti dinukil russian reality, Minggu (28/5/2017).

“Google says government-backed attackers may be trying to hack me. I never use Gmail for important stuff, but somehow I am not surprised,” tulis Pavel Durov dalam akun @durov.